Rabu, 21 April 2010

0 komentar


keindahan bromo pun kami nikmati di kala penat,...
mengunjungi gumpalan awan-awan di sana,...
bangun pagi-pagi dan mulai kedinginan,..
menapaki setapak demi setapak keindahan,..
mulai mengintip malu-malu di balik kabut-kabut tipis yang tersenyum,...
sinarnya yang agung,....
meratapi hamparan pasir bromo yang tak kunjung berakhir,...
menepi dan bercengkerama dengan pasir yang gemericik,...
memahami indahnya edelweiss,....
menyatakan satu demi satu cinta pada kawanan kuda-kuda lantang,....



----------Bromo,...._-----------


0 komentar


Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

(Puisi Gie)

.................................................

..................................................

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”




Sabtu, 03 Oktober 2009

0 komentar

My gallery,...

0 komentar


Foto di ambil di depan rektorat UNAIR,...

Sabtu, 12 September 2009

0 komentar
,........................................
,........................................
padang hjiau di kala senja yang menatap para nasib di ufuk barat bumi minang,...
bumi bergoncang sejenak dan saat ini kami masih menampung air mata di lubang lubang kepahitan yang gelap,...
kami mengais dan terus bercumbu dengan haru,...
meraih hawa-hawa panas begitu gerah akan bencana yang senantiasa berkawan dengan kita,...
langit-langit begitu gelap saat itu,..
.............