Tampilkan postingan dengan label sajakku untuk cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajakku untuk cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

2 komentar

................................................................................
lalu apa yang membuatmu tampak malu,..
sementara daun-daun mulai menguning dan semua masih tampak layu,...
yah,....apakah dahan-dahan juga merindumu seperti dahulu,....
durinya kecil menusuk perih jejak-jejak tak beraturan di hutan senja penuh cinta,....
sambil memanggil kumpulan burung pipit yang saling bercumbu dengan angin,...
lalu apa yang membuatnya tampak indah,...
sementara gemerisik pasir di tepi sungai masih nampak kusut,....
memandangnya jauh dalam riaknya yang lembut,...
sembari membasuh wajahnya dengan air-air belantara hutan rindu,.....


................................................................................
siapa dia kawan,....
lalu seperti apa kamu menginginkannya,....
sementara, aku hanya bisa menulis,....
karena sesuatu lebih mudah diungkap, jika ditulis,.....


------------bie--------------

..................................................
lirik by jikustik :
............................
Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan-tulisan indahku yang dulu
Pernah warnai dunia
Puisi terindah ku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu





Kamis, 13 Agustus 2009

Tentang dia,...

0 komentar
..................................
……………………………………………..
Selimut biruku tergulung lembut dalam tidurnya asa-asaku…
Begitu pula aku yang tersungkur dalam gundahnya hati yang membiru..
Membekas sangat lugu….
Betapa cinta hampir mengalahkanku..
Adalah suasana yang merona dalam sajak-sajak kepalsuan atas nama cinta..
Demi apapun aku adalah pejuang rindu…
dan saat-saat aku bersamanya adalah siksa…
kapankah terjadi waktu yang sejenak berhenti untuk sekedar menegurku
melihat luasan awan dalam birunya angan-anganku...
lelaki-lelaki dalam buaian kebimbangan
menyedihkan.....
jurang masih terlalu dalam untuk dikalahkan
dan para gunung-gunung itu masih terlalu tinggi untuk ditaklukan...
atau aku yang merana dalam perasaanku atas cinta...
perempuanku adalah dia yang begitu malu pada malam...
betapa rindu dia pada Tuhan...
dan begitu takutnya pada dosa...
padahal matahari begitu sibuk menyiangiku...
panas hatiku tak terdinginkan oleh wajahnya yang merona biru sangat sendu...
aku adalah malu...
lelaki enggan yang menghilang...
menelusup dalam sesaknya rindu yang membisu..
dan sebaiknya seperti itu....
..........................................

Rabu, 05 Agustus 2009

aku adalah aku yang juga manusia,..

0 komentar

…………………………..
Padang sabana dalam hijauan lambai daun berujung rindu yang menguning…
tersenyum malu-malu saat angin menderanya sangat lugu
begitu gaduh oleh kawanan burung pembawa rindu
aku adalah jiwa yang sepi..
betapa cinta telah mengalahkanku dalam luasan sabana rindu di ujung kalbu…
demikian indah wajahnya terlukis di atas kertas angan-anganku
aku telah terbawa dalam jurang cinta yang awam..
ketika daun memelukku begitu kasar
dan senyumnya hadir melepas lamunanku yang tergantung dalam ranting-ranting kejenuhan..
Lelaki adalah kami yang begitu kecil dalam cinta..
atau hanya aku yang tersandung dalam keindahan semu gadis itu..
sesekali aku masuk dalam mimpi jauh di padang abu-abu
mencari cinta yang telah menegurku akan sifatnya yang alami…
juga kesucian didalamnya..
dalam sadar aku telah terlena..
juga sesak dalam dada, telah membuatku berdusta tentang diriku dihadapan cinta..
aku jatuh hati padanya……
……………………………

Selasa, 04 Agustus 2009

Sebuah cerita,...

0 komentar

Sebuah cerita untuk teman-teman ku……

Lihatlah teman
yang kita lewati sepanjang waktu berlalu
berlari bersama dan kalian yang begitu lucu..
dalam sesama kendaraan harapan dan cinta
dan semangat kalian yang begitu indah
sampai burung pun begitu malu untuk bergabung
dan pasir begitu sibuk saling berbisik
tentang kita....
atau apa saja yang kita cita-citakan dulu...
apa kalian lupa tentang masa lalu
tentang makanan yang begitu sesak dalam khayal
tentang canda yang begitu riuh dalam sedih..
atau tentang semua yang terjadi di sana...
lihatlah kalian para pejuang hati...
bernyanyi dalam sendu jiwa yang sepi..
terlampau rindu akan tanah kita yang dulu..
dengan para ibu kita yang lugu...
kemudian apa dan entah bagaimana yang terlampau jauh
aku tak akan lupa tentang semua..
tentang canda kita..
lalu saat kita bersedih....
juga tentang senyum para pujangga hidup di rantau...
......................................................................................
Terima kasih ..................Untuk teman-teman terbaikku.....
Semua yang akan menjadi kenangan nanti......mungkin saat aku pergi...
Atau saat kita telah berjuang dalam diri menjadi pribadi yang sejati..
Di pelosok nurani....
Menjadi insan yang saling mencintai.....
Dalam cita dan cinta di hati...
Untuk kita semua nanti..yang akan berjuang demi cita-cita...dan cinta....
Sekali lagi terima kasih teman....

Catatan kami ....

2 komentar

setiap perjalananku adalah arti,...
dan setiap arti adalah semuanya yang sungguh sangat indah
dalam cerpen singkat hidupku
lalu seperti apa bait-baitnya
apakah kau adalah burung yang senantiasa terbang sangat sayu
mengejekku begitu lugu dan tertawa begitu ramai
para dahan yang berisik saling melirikku
melihatku lalu coba menghadangku
setiap jalan adalah makna
dan setiap makna adalah bagian dari cita-citaku
aku melihatnya begitu tinggi,...
juga mengenangnya begitu indah,...