Tampilkan postingan dengan label sajak kerinduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak kerinduan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2009

harmoni ini,...

0 komentar
……………………………………………
Harmoni ini…begitu indah dan sungguh sangat terbayang
Mendengar dan berpikir tentang gelapnya jalan yang penuh dengan lampu-lampu yang redup........
Sangat indah terdengar sayu...
Seperti jeritan seseorang yang begitu kuat dalam sesaknya harmoni cinta....
Begitu menawan.....menari-nari sangat anggun bersama mendung.....
Lihatlah bulan sebagian malu...
Menatap atau mengintip sebagian kaum yang sibuk berguru pada ilmu yang biru...
Sangat cantik beriringan dengan canda harmoni...
Seperti piano.....atau dawai-dawai gitar yang tipis....
Berjalan dan memuja cinta......
Cinta...atau harmoni....cinta?
Entahlah apa yang terdengar saat malam purnama kemarin....
Hanya bisikan yang nakal dari angin malam yang begitu sedih saat itu....
Sambil berlari...angin-angin itu berkejaran bersama debu....
Menuju suara cinta di padang sayang..para gembala rindu...
Sungguh aku merindumu sayang....
Merindu waktu yang akan tiba entah kapan....
Saat-saat rumput masih begitu pendek..dan pohon masih begitu rindang...
Dan air-air kali yang sangat deras mendera kita saat dulu....
Masa-masa kecilku.......sungguh telah berlalu.......

banyak hal terjadi selama kita hidup,..

0 komentar
………………..
………………..
Seperti pagi…….
Hari ini pun begitu kemilau dengan percikan bias yang panas
Yang terik…. tapi indah sekali ….
Aku mulai menulis saat ini..
Tentang hidup yang begitu rindang
Terlindung oleh engkau wahai para kesedihan
Yang senantiasa bersenandung waktu lalu...
Bertepuk riuh wahai kalian para duka nestapa
Sangat sendu dan kemerduan yang tersipu malu
Pada batu-batu yang sedikit berlagak bisu....
Lihatlah mereka para penyair senja...
Berkumpul dengan kubangan tintanya yang pilu...
Berkabung atas kematian mereka para nurani di negara ini....
Para bangsawan yang senantiasa tertawa dalam sakit hati ini teman....
Tentang kalian para ibu yang berjalan sejauh awan tak terbayang...
Sambil bercengkerama dalam diskusi alam yang kejam....
Terus bertahan...bayangkan teman....
Cita-cinta yang mulia wahai para pejuang hidup.....
Ketika sedih dan aku mulai tak berarti...
Kemudian aku mulai berlari....
Membelai angin yang mulai malas berhembus...
Menatap malam gelap mengerikan....
Mengurung diri di sana ..
Sampai saat malam menjelang pagi....
Hingga aku mendapati percikan itu lagi......
Seperti pagi dan aku akan terus berlari...............
.........................................................................

NB:untuk para ibu,...khususnya umiku tercinta